Masyarakat Indonesia yang sebagian besar tingkat pendidikannya SMP ke bawah, menjadi pemicu berkembangnya mitos-mitos yang di luar batas pertimbangan rasionalitas. Mereka beranggapan bahwa, kehidupan di dunia ini tidak sekedar membutuhkan akal sehat semata, tetapi lebih dari itu, sebagian besar hidupnya untuk sesuatu yang supernatural. Yang dimaksud supernatural disini adalah, sesuatu yang diluar akal sehat atau dunia gaib dan memerlukan kepercayaan yang totalitas tanpa skeptisisme.
Selasa, 17 Februari 2009
Ponari: Fenomena Mitos Masyarakat Indonesia
Masyarakat Indonesia yang sebagian besar tingkat pendidikannya SMP ke bawah, menjadi pemicu berkembangnya mitos-mitos yang di luar batas pertimbangan rasionalitas. Mereka beranggapan bahwa, kehidupan di dunia ini tidak sekedar membutuhkan akal sehat semata, tetapi lebih dari itu, sebagian besar hidupnya untuk sesuatu yang supernatural. Yang dimaksud supernatural disini adalah, sesuatu yang diluar akal sehat atau dunia gaib dan memerlukan kepercayaan yang totalitas tanpa skeptisisme.
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 20.48 2 komentar
Selasa, 10 Februari 2009
Fatsun Politik Bangsa
baca selanjutnya dan beri komentar(klik disini)...
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 21.24 0 komentar
Selasa, 27 Januari 2009
Sekali Lagi Judulnya Demokrasi
Pada akhirnya siapapun yang memimpin bangsa ini pasca pemilu 2009, rakyat menghendaki "atmosfir segar" demokrasi. Artinya, demokrasi dimaknai sebagai aspirasi rakyat yang elegan dengan meminimalisir gesekan horisontal dan mengedepankan fatsun politik yang beradab. Begitu pula, bagi para pemimpin terpilih, untuk selalu merespon aspirasi rakyat sebagai inspirasi genuin yang menjadi pijakan dasar pengambilan kebijakan. Meskipun aspirasi itu muncul dari luar kelompok atau in-groupnya, asal berdampak pada kepentingan bersama dan demi kemajuan bangsa.
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 20.05 0 komentar
Senin, 19 Januari 2009
Minggu, 26 Oktober 2008
Mendongkrak Popularitas SBY
Hanya saja akan lebih produktif, dalam upaya mendongkrak popularitas dan meraup suara mayoritas Pilpres 2009, SBY harus berani melakukan terobosan yang bombastis. Pertama, kebijakan perekonomiannya murni berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Kedua, penegakkan hukum yang tidak tebang pilih, terutama yang berkaitan dengan keluarga dan kroni. Lebih-lebih, bila sang "besan"(Aulia Pohan) terbukti bersalah dalam kasus BLBI, SBY harus berani ambil sikap tegas dan hanya berpihak pada kebenaran plus keadilan. Kedua terobosan inilah diprediksi dapat memberikan kontribusi popularitas dan suara yang signifikan pada Pilpres 2009. Silakan dibuktikan Pak Presiden...
baca selanjutnya dan beri komentar(klik disini)...
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 20.32 0 komentar
Jumat, 05 September 2008
Titik Temu Agama-agama
Oleh karena itu, membicarakan ketiga agama, Yahudi, Kristen dan Islam dalam rangka mencari titik temu merupakan agenda utama yang perlu dikedepankan. Hal itu terkait dengan semakin meruncingnya perbedaan cara pandang teologis yang unjungnya merangsek pada konflik fisik berabad-abad lamanya. Untuk hal tertentu, peristiwa konflik bernuansa agama diperingati sebagai “tragedi kemanusiaan” yang sulit dicarikan penyelesainnya. Padahal, semua ajaran agama-agama besar itu menyerukan untuk menciptakan perdamaian di muka bumi dengan menjunjung tinggi semangat menebar kasih sayang di antara sesama manusia.
Secara sosiologis, pertemuan agama Yahudi, Kristen dan Islam sudah berlangsung sangat lama. Berbagai dialog sudah dan sedang dilakukan oleh mereka dalam rangka mencari persamaan dan perbedaannya, baik dari aspek tradisi ritualnya sampai pada tataran teologisnya. Dialog dalam konteks teologis pada dasarnya bukan hanya mencari perbedaan semata, tetapi hal itu akan menjadi basis etika hubungan kemanusiaan. Dalam arti, agama-agama apa saja dalam melangsungkan dialog tidak menjadi “tabu” ketika sekaligus mencari persamaan dan perbedaannya dalam tataran teologisnya, yang pada gilirannya menjadikan spirit “agree and dis-agreement” (kesafahaman dalam perbedaan). Hal ini juga sesuai dengan pernyataan filosof modern Hans Kung yang dikutip Nurcholis Madjid, “No peace among the nations without peace the religions; No peace among religions without dialog between the religions; No dialogue between religions without investigating the foundation of the religions”.
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 23.57 0 komentar
Kamis, 15 Mei 2008
Kursi Presiden=Kursi Panas
baca selanjutnya dan beri komentar(klik disini)...
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 01.18 0 komentar
Selasa, 08 April 2008
Dies Natalis ke 40 UIN SGD Bandung: Sebuah Refleksi
Lazimnya, usia 40 tahun merupakan tahapan final pematangan sikap mental bagi manusia pada umumnya. Sebagian pakar psikologi mengkatagorikan usia 40 tahun adalah starting-point perubahan identitas, baik yang berorientasi progress (maju) maupun regress (mundur). Arti kata, di usia 40 tahun, seseorang akan diverifikasi tingkat kedewasaannya dalam menentukan arah perjalanan hidupnya di masa depan. Sekedar ilustrasi, Muhammad SAW. pun dilantik menjadi Rasul oleh Allah SWT di saat usia 40 tahun, meskipun pada gilirannya hanya Allah sendiri yang mengetahui rahasia dibalik kematangan usia tersebut.
Aspek Akedemik
Setuju atau tidak, selama ini peningkatan kualitas akademik UIN SGD masih dirasakan kurang maksimal. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal demikian, antara lain; pertama, tradisi akademik kurang mendapat porsi yang selayaknya. Artinya, minimnya minat sebagian civitas akademik (mahasiswa dan dosen) untuk terlibat dalam kelompok-kelompok studi atau klub diskusi ilmiah, termasuk di dalamnya penelitian. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada melemahnya spirit sensifitas dan kritisisme terhadap isu-isu kontemporer baik internal maupun eksternal. Bahkan pada gilirannya, secara kualitatif output atau “jebolan” UIN SGD – ekstrimnya—terkesan menjadi second class di masyarakat, kendatipun pernyataan ini tidak sepenuhnya benar.
Kedua, masih ada dari beberapa staf pengajar (dosen) yang belum mendapatkan fasilitas (subsidi) memadai untuk melanjutkan studinya. Akibat dari hal ini, tidak sedikit dosen mencari tambahan income dari luar kampus untuk pendidikan lanjutan yang mereka tempuh. Realitas demikian ini – untuk tidak menyebut apologetik -- berakibat pada terganggunya profesionalisme dosen yang berkewajiban maksimal untuk mengabdi di kampus. Ketiga, belum adanya figur – baik kaliber lokal maupun nasional -- yang dapat memberikan tauladan atau pengaruh positif terhadap keberadaan seluruh civitas akademika maupun alumni berikutnya.
Aspek Kemahasiswaan
Adalah mahasiswa, yang secara substansif mempunyai peran dominan dalam proses dinamika institusi perguruan tinggi (UIN). Secara kuantitatif kegiatan kemahasiswaan di UIN SGD menunjukkan progresifitas yang berarti. Dalam konteks historis, kegiatan kemahasiswaan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan keberadaan unit-unit lembaga/organisasi mahasiswa yang secara legal-formal diakui oleh lembaga PT. Tetapi secara kualitatif, kegiatan kemahasiswaan masih perlu peningkatan yang signifikan dalam rangka mengikuti tuntutan perkembangan dunia perguruan tinggi. Artinya, setiap kegiatan lembaga-lembaga kemahasiswaan – intra maupun ekstra – selalu up-to-date dan sesuai dengan jati diri dunia mahasiswa yang selalu berperan sebagai moral-force dan lebih mengedapankan kepeduliannya terhadap masyarakat pada umumnya.
Kongkritnya, dunia kemahasiswaan di UIN SGD ke depan, semestinya semakin banyak memberikan kontribusi nyata akan kepentingan umat/rakyat. Dengan begitu, rakyat dapat merasakan langsung eksistensi mahasiswa yang nota-bene sebagai agent of social changes atau agen perubahan sosial. Untuk menciptakan sikap mental seperti itu, diperlukan pembinaan yang intensif atau up-grading terhadap para calon aktifis mahasiswa agar lebih sensitif dan merasa including dengan seluruh problem sosial.
Aspek Pengabdian Masyarakat
Sudah menjadi image umum, bahwa keberadaan Perguruan Tinggi (PT) adalah refleksi dari sebuah masyarakat di mana PT itu berada. Demikian halnya UIN SGD yang berada di wilayah Jawa Barat, seyogyanya mempunyai peran yang strategis bagi keberlangsungan umat Islam dari aspek pendidikan tinggi-plus (agama). Citra demikian ini sulit terbantahkan, bila eksistensi UIN SGD selama ini terasakan langsung oleh umat Islam khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Oleh karenanya, dengan semakin kompleksnya problem keumatan paling tidak di wilayah Jawa Barat, -- seperti isu anarkhisme yang mengatasnamakan agama, munculnya aliran-aliran “sesat” dan isu-isu yang sejenisnya -- maka idealnya UIN SGD dengan kecerdasan emosionalnya dapat memberikan solusi yang genuine sesuai dengan kontekstualisasi ajaran Islam dan semangat rahmatan lil alamin. Sehingga pada gilirannya, kehadiran UIN SGD sangat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan akan selalu didambakan untuk menjadi problem solver yang kaitanya dengan keislaman dan keumatan. Bahkan boleh jadi dalam konteks makro, UIN SGD akan dilibatkan secara resmi oleh lembaga-lembaga terkait untuk merumuskan persoalan-persoalan kebangsaan dan sekaligus menjadi grand setter-nya.
UIN SGD Masa Depan
Kedua, pembenahan dan penguatan pada aspek kelembagaan. Artinya, UIN SGD sebagai institusi pendidikan tinggi, semaksimal mungkin membenahi dirinya terutama pada aspek managemen, baik administrasi, keuangan, dan delegation of authority atau pembagian kerja yang proporsional dan profesional. Hal ini sesuai dengan prinsip managemen modern yang selalu mengedepankan efektifitas dan efisiensi, selain kompetensi. Tidak kalah pentingnya, dalam penguatan kelembagaan juga ada semangat tranparansi yang mesti dijunjung tinggi, apalagi dalam rangka pencitraan dan ketauladanan yang positif terhadap masyarakat pada umumnya.
Ketiga, lebih mengedapankan dunia akademik dan memelihara tradisi intelektual. Sudah menjadi keharusan universal bagi lembaga perguruan tinggi termasuk UIN SGD untuk senantiasa menciptakan semangat intelektualitas yang tinggi dan terus-menerus, termasuk persyaratan utama dalam konteks kepemimpinan institusi. Sebab pada gilirannya “seleksi alam” atau sunnatullah yang akan memberikan pelajaran berharga bagi mereka yang konsisten maupun yang inkonsistensi, sebagai sebuah konsekuensi logis. Wallahu’alam
baca selanjutnya dan beri komentar(klik disini)...
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 22.23 0 komentar
Label: Refleksi
Senin, 24 Maret 2008
Alamat-alamat (E-Mail) Surat Kabar Nasional
Bila anda bermaksud ngirim artikel, tulisan, berita, info mendadak dll. ke media yang anda inginkan, barangkali di sini akan anda dapatkan. Jika ternyata sudah berubah, mohon maklum. Bahkan saya mohon diberitahu jika ada perubahan alamat. Ini pun saya dapat dari temen2 di blogger ini. Mudah-mudahan manfaat.....
SURAT KABAR NASIONAL
THE JAKARTA POST
E-mail Address(es):
opinion@thejakartapost.com
THE JAKARTA POST
E-mail Address(es):
jktpost2@cbn.net.id
THE JAKARTA POST
E-mail Address(es):
editorial@thejakartapost.com
THE JAKARTA POST
E-mail Address(es):
sundaypos@thejakartapost.com
THE JAKARTA POST
E-mail Address(es):
features@thejakartapost.com
JAWA POS
E-mail Address(es):
editor@jawapos.com
KOMPAS
E-mail Address(es):
kompas@kompas.com
KOMPAS
E-mail Address(es):
opini@kompas.com
KOMPAS
E-mail Address(es):
opini@kompas.co.id
KOMPAS
E-mail Address(es):
kcm@kompas.com
MEDIA INDONESIA
E-mail Address(es):
redaksi@mediaindonesia.co.id
MEDIA INDONESIA
E-mail Address(es):
webmaster@mediaindonesia.co.id
MEDIA INDONESIA
E-mail Address(es):
redaksimedia@yahoo.com
SEPUTAR INDONESIA
E-mail Address(es):
widabdg@seputar-indonesia.com
SEPUTAR INDONESIA
E-mail Address(es):
redaksi@seputar-indonesia.com
REPUBLIKA
E-mail Address(es):
rekor@republika.co.id
REPUBLIKA
E-mail Address(es):
medika@republika.co.id
REPUBLIKA
E-mail Address(es):
sekretariat@republika.co.id
HARIAN IBU
E-mail Address(es):
redaktur@harianibu.com
SURAT KABAR JAKARTA
MERDEKA
E-mail Address(es):
merdekanews@yahoo.com
HARIAN INDONESIA
E-mail Address(es):
redaksi@harian-indonesia.com
RAKYAT MERDEKA
E-mail Address(es):
redaksi@rakyatmerdeka.co.id
HARIAN JAKARTA
E-mail Address(es):
aristo@harianjakarta.com
HARIAN JAKARTA
E-mail Address(es):
aristo_jakarta@yahoo.com
INVESTOR DAILY
E-mail Address(es):
koraninvestor@investor.co.i
KOMPAS INSIDE
http://www.kompasinside.blogspot.com
SURAT KABAR JAWA BARAT
KOMPAS JABAR
E-mail Address(es):
kompasjabar@kompas.co.id
SUARA PEMBARUAN
E-mail Address(es):
koransp@suarapembaruan.com
SUARA PEMBARUAN
E-mail Address(es):
opini@suarapembaruan.com
SINAR HARAPAN
E-mail Address(es):
info@sinarharapan.co.id
SINAR HARAPAN
E-mail Address(es):
opinish@sinarharapan.co.id
SINAR HARAPAN
E-mail Address(es):
redaksi@sinarharapan.co.id
RADAR BANDUNG
E-mail Address(es):
radarbandung@gmail.com
RADAR BANDUNG
E-mail Address(es):
radarbandung@yahoo.co.uk
METRO BANDUNG
E-mail Address(es):
metrobdg@rad.net.id
KORAN SUNDA
E-mail Address(es):
koran_sunda@yahoo.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
redaksi@pikiran-rakyat.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
cakrawala@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
kampus@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
belia_pr@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
gelora@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
dwi@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
otokirpr@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
didih_otokir@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
mardjanzen@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
prminggu@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
seagpr@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
khazanah@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
beritapr@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
seagpr@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
percil@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
wakhu@yahoo.com
PIKIRAN RAKYAT
E-mail Address(es):
belia@pikiran-rakyat.co.id
PIKIRAN RAKYAT (BUDHIANA)
E-mail Address(es):
budipr_bdg@yahoo.com
TRIBUN JABAR
E-mail Address(es):
tribunjabar@persda.co.id
atau tribunjabar@yahoo.com
SURAT KABAR JAWA TENGAH DAN JOGJA
KOMPAS JATENG
kompasjateng@kompas.co.id
KOMPAS JOGJA
kompasjogja@kompas.co.id
SUARA KARYA
E-mail Address(es):
redaksi@suarakarya-online.com
SUARA MERDEKA
E-mail Address(es):
humainia@yahoo.com
SUARA MERDEKA
E-mail Address(es):
redaksi@suaramer.famili.com
SOLO POS
E-mail Address(es):
litbang@solopos.net
SOLO POS
E-mail Address(es):
redaksi@solopos.net
WAWASAN
E-mail Address(es):
redaksi@wawasan.co.id
BERNAS
E-mail Address(es):
bernasjogja@yahoo.com
BERNAS
E-mail Address(es):
editor@bernas.co.id
KEDAULATAN RAKYAT
E-mail Address(es):
redaksi@kr.co.id
RADAR KUDUS
E-mail Address(es):
radarkudus@hotmail.com
SURAT KABAR JAWA TIMUR
KOMPAS JATIM
kompas@sby.dnet.net.id
SURYA
E-mail Address(es):
surya1@padinet.com
SURABAYA NEWS
E-mail Address(es):
surabaya_news@yahoo.com
SURABAYA POST
E-mail Address(es):
redaksi@surabayapost.info
SURABAYA POST
E-mail Address(es):
tya@surabayapost.info
SURABAYA POST
E-mail Address(es):
surabayanews2003@yahoo.com
DUTA MASYARAKAT
E-mail Address(es):
dumas@sby.centrin.net.id
RADAR SURABAYA
radarsurabaya@yahoo.com
SURAT KABAR BALI, SUMATERA, KALIMANTAN DAN SEKITARNYA
SURAT KHABAR BALI DAN SEKITARNYA
BALI POST
E-mail Address(es):
balipost@indo.net.id
BISNIS BALI
E-mail Address(es):
info@bisnisbali.com
DENPASAR POS
E-mail Address(es):
denpostbali@yahoo.com
DENPASAR POS
E-mail Address(es):
denpos@indo.net.id
POS KUPANG
E-mail Address(es):
poskupang@kupang.wasantara.net.id
POS KUPANG
E-mail Address(es):
poskupang@persda.co.id
SURAT KHABAR KALIMANTAN
RADAR BANJARMASIN
E-mail Address(es):
afoez99@gmail.com
RADAR BANJARMASIN
E-mail Address(es):
redaksi@radarbanjarmasin.com
BANJARMASIN POST
E-mail Address(es):
banjarmasin_post@yahoo.com
BANJARMASIN POST
E-mail Address(es):
banjarmasin_post@persda.co.id
BANJARMASIN POST
E-mail Address(es):
bpostmania@telkom.net
PONTIANAK POST
E-mail Address(es):
redaksi@pontianakpost.com
KALTIM POST
E-mail Address(es):
redaksi@kaltimpost.net
SURAT KHABAR SUMATERA
RIAU POS
E-mail Address(es):
redaksi@riaupos.co.id
LAMPUNG POST
E-mail Address(es):
redaksilampost@yahoo.com
BANGKA POS
E-mail Address(es):
bangkapos@yahoo.com
BANGKA POS
E-mail Address(es):
redaksi@bangkapos.com
BATAM POS
E-mail Address(es):
redaksi@harianbatampos.com
SRIWIJAYA POST
E-mail Address(es):
sriwijayapost@yahoo.com
SRIWIJAYA POST
E-mail Address(es):
sripo@persda.co.id
RIAU TRIBUNE
E-mail Address(es):
riautribune@yahoo.com
SERAMBI
E-mail Address(es):
serambi@indomedia.com
SERAMBI NEWS
E-mail Address(es):
redaksi@serambinews.com
MAJALAH
Berikut ini beberapa majalah yang beredar di sekitar kita.
READER'S DIGEST
E-mail Address(es):
Respati.Wulandari@feminagroup.com
READER'S DIGEST
E-mail Address(es):
editor.rd@feminagroup.com
SALAFY
E-mail Address(es):
majalahsalafy@ygy.centrin.net.id
SINYAL
E-mail Address(es):
redaksi@majalahsinyal.com
SUARA HIDAYATULLAH
E-mail Address(es):
redaksi@hidayatullah.com
SUARA HIDAYATULLAH
E-mail Address(es):
majalah@hidayatullah.com
SWA
E-mail Address(es):
swaredaksi@cbn.net.id
SWA
E-mail Address(es):
sekredswa@yahoo.com
TEMPO
E-mail Address(es):
koran@tempo.co.id
TEMPO
E-mail Address(es):
teknologi@tempo.co.id
TRUST
E-mail Address(es):
redaksi@majalahtrust.com
ANNIDA
E-mail Address(es):
annida@ummigroup.co.id
BOBO
E-mail Address(es):
bobonet@gramedia-majalah.com
FORUM
E-mail Address(es):
forumkeadilan@yahoo.com
FORUM
E-mail Address(es):
redaksi@forum.co.id
GADIS
E-mail Address(es):
info@gadis-online.com
GATRA
E-mail Address(es):
redaksi@gatra.com
GATRA
E-mail Address(es):
gatra@gatra.com
GATRA
E-mail Address(es):
surat@gatra.com
GE MOZAIK
E-mail Address(es):
ge_mozaik@ganeca-exact.com
GONG
E-mail Address(es):
gongetnik@yahoo.com
HAI
E-mail Address(es):
hai_magazine@gramedia-majalah.com
HEALTHY LIFE
E-mail Address(es):
read_healthylife@yahoo.com
INFOLINUX
E-mail Address(es):
redaksi@infolinux.co.id
INSIDE INDONESIA
E-mail Address(es):
admin@insideindonesia.org
INTISARI
E-mail Address(es):
intisari@gramedia-majalah.com
MAJALAH ILMIAH QUAD
E-mail Address(es):
quad@brawijaya.ac.id
MAJALAH ILMIAH TEKNIK ELEKTRO
E-mail Address(es):
hsantoso@bdg.centrin.net.id
MAJALAH ILMIAH TEKNIK ELEKTRO
E-mail Address(es):
eniman@paume.itb.ac.id
MAJALAH ILMIAH UNJANI
E-mail Address(es):
unjani@bdg.centrin.net.id
MAJALAH ILMIAH UNJANI
E-mail Address(es):
fmunjani@bdg.centrin.net.id
MATABACA
E-mail Address(es):
ade_trimarga@yahoo.com
MATABACA
E-mail Address(es):
adetri@matabaca.com
MATABACA
E-mail Address(es):
redaksi@matabaca.com
MATRA
E-mail Address(es):
matranet@rad.net.id
NEOTEK
E-mail Address(es):
redaksi@neotek.co.id
PARAS
E-mail Address(es):
majalahparas@yahoo.coma
TABLOID
TABLOID
TABLOID INTELIJEN
E-mail Address(es):
tabloid_intelijen@yahoo.com
TABLOID ROAMING
E-mail Address(es):
redaksi@tabloidroaming.com
TABLOID SMS
E-mail Address(es):
tabloid_sms@yahoo.com
TREN DIGITAL
E-mail Address(es):
trendigital@bisnis.co.id
TREN DIGITAL
E-mail Address(es):
ahmad.djauhar@bisnis.co.id
TREN DIGITAL
E-mail Address(es):
web@bisnis.co.id
JURNAL
Berikut ini alamat beberapa jurnal.
JURNAL
E-mail Address(es):
jurnal@cbn.net.id
JURNAL ILMIAH HUKUM LEGALITY...
E-mail Address(es):
heru@umm.ac.id
JURNAL ISLAM
E-mail Address(es):
jurnalislam@yahoo.com
JURNAL PEMIKIRAN ISLAM
E-mail Address(es):
i3ti@indosat.net.id
JURNAL RISTEK
E-mail Address(es):
jurnal@ristek.go.id
JURNAL SAINS MATEMATIKA TEKN...
E-mail Address(es):
jmst@utlab.ut.ac.id
Sumber : http://alamat-media.blogspot.com/
Thx. Kategori : tips dan trik
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 00.09 0 komentar
Sabtu, 08 Maret 2008
Saya Dan Andrea Hirata
Mutakhir saya tidak tahu apa yang menyebabkan saya jatuh cinta pada tulisan sastra. Biasanya saya membaca judulnya saja karya-karya sastra, apa itu novel, cerita pendek dan sejenisnya sama sekali kurang minat. Malahan males-malesan untuk sekedar meliriknya saja. Kalau melihat kawan-kawan saya yang berminat, bahkan yang fanatik banget sama karya-karya sastra, saya berfikir, apa sih asyiknya baca buku-buku itu, kok sepertinya buku-buku itu menghipnotis mereka. Mungkin ekstrimnya, buku-buku itu lebih enak dan lezatnya melebihi makanan cepat saji seperti Mc Donald, KFC, CFC, atau makanan khas sunda dengan sambel dan lalapannya. Pokoknya, sulit diterima akal sehat saya. Antara percaya dan tidak, selang beberapa menit kemudian, Andy presenter memanggil saksi hidup untuk mengkonfirmasi validitas presentasi laki-laki gondrong setengah galing itu. Dari situlah saya mulai serius -- sambil sila di depan TV -- menyaksikan dramatisasi antara penulis dan saksi hidup yang sudah lama tidak berjumpa. Ternyata, sang penulis yang baru saya kenal dari TV itu bernama Andrea Hirata dan saksi hidupnya Ibu Muslimah – Ibu guru Andreas semasa di SD Muhammadiyah Belitong. Tayangan itu, sekelebatan seperti aroma bunga melati di depan rumah yang baru mengeluarkan wewangiannya ketika di malam hari. Saya mulai merasakan ada sesuatu yang mempengaruhi aspek afeksi dengan sedikit melupakan aspek kognisi saya. Meskipun pada hari ke tiga setelah melihat acara TV yang memukau itu, saya mulai akrab lagi dengan dunia yang selama ini saya geluti yaitu produk August Comte – konon Bidannya Sosiologi. Seperti biasanya saya hanyut lagi di samudra yang selalu haru-biru dengan segala yang serba empirik. Lagi-lagi saya belum begitu tertarik dengan bacaan-bacaan sastra, hanya saja ketika ada salah satu teman yang mengebu-ngebu mengapresiasi karya Andreas Hirata yang berjudul “Laskar Pelangi”, saya jadi penasaran, apa sih bagusnya?!. Sesampai di rumah, anak saya yang pertama kelas 1 MTs (setingkat SMP), menceritakan tentang pertemuannya dia dengan Andreas Hirata yang kebetulan diundang ke sekolahnya dan membagi-bagikan karya novelnya yang sama pada beberapa murid yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Meskipun anak saya tidak kebagian gratis, tapi dia sempat meminjam dari temannya untuk dibaca, dan ternyata dia juga terkena “magnet” karya sang penulis cerdas itu. Semakin menambah kepenasaran, secepat kilat saya pun mencari buku-buku karya Andreas Hirata ke beberapa toko buku. Alhamdulillah saya temukan paling tidak yang bisa saya beli yaitu Novel Tetralogi “Laskar Pelangi” dan “Sang Pemimpi”. Dan masih ada dua karya novelnya yang belum sempat saya beli yaitu “ Edensor” dan “Maryamah Karpov “. Dari situ, saya mulai menikmati karya sastra yang menurut saya sangat luar biasa. Sebab terlepas setuju atau tidak, menurut saya sebuah karya sastra dianggap exellences kalau dapat menggugah emosi afeksi di bawah alam sadar. Artinya, tatkala seseorang membaca sebuah karya sastra yang dianggap representatif, secara otomatis si pembaca akan merasa terlibat di dalamnya sekaligus memicu hormon adrenalin untuk melakukan sesuatu. Paling tidak, karya itu pada gilirannya mempengaruhi pola prilaku para pembaca, minimal semakin memotivasi untuk selalu eksplorasi setiap jengkal dari karya-karya sastra yang lain. Untuk tidak terlalu “mengkultuskan” -- saya berusaha untuk menetralisir dengan bacaan-bacaan yang bernafaskan positivistik -- ketika saya dalam proses memahami jalan pikiran Andreas. Alih-alih sebagai balancing, ternyata saya menikmati betul apa yang dia tulis kata demi kata, kalimat demi kalimat, yang kadangkala masih juga perlu penjelasan dari glosary nya. “Wow Luar biasa karya ini !?”, gerutu saya. Sampai-sampai (maaf bang Andrea), sambil ke kamar mandi pun saya baca novel-novel dia. Tanpa saya sadari saat-saat membaca novelnya, saya tersenyum sendiri, tertawa terbahak-bahak sendiri bahkan ikut berempati ketika menikmati bacaan itu. Malahan kadangkala keasyikan yang saya raih itu, ingin dibagikan ke teman-teman atau orang-orang disekeliling. Sebab seingat saya, selama hidup belum pernah saya membaca buku apa saja judulnya, terbawa emosi dan memberikan apresiasi berlebihan. Baru kali ini saya merasakan kenikmatan membaca seperti menikmati minuman segar dikala dahaga saat berbuka puasa. Sekali lagi, “Wow luar biasa karya Andreas Hirata ini”. Untuk Andrea Hirata, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas karyanya yang dapat memotivasi saya dan para pembaca yang lain untuk lebih berkreasi dan lebih produktif. Dan saya beranggapan karya-karya anda layak mendapatkan penghargaan karya sastra luar biasa di era mutakhir ini. Semoga anda tetap dalam lindungan Tuhan YME ketika anda menulis karya berikutnya, sehingga selalu mempunyai makna dan “ruh” untuk menciptakan sebuah perubahan etos atas makhluk Indonesia yang hari ini sedang banyak dirundung krisis multi-dimensi. Bravo Andrea Hirata.
Pernah di masa SLTA sampai awal masuk kuliah, saya diberi anugerah minat baca komik "Kho Ping Ho",yang berjilid-jilid, mungkin seingat saya puluhan jilid dalam satu judul. Alhasil, komik-komik itu saya lalap sampai-sampai lupa jam makan (sebetulnya saya tidak pernah mengenal jam makan, sebab tergantung punya uang atau tidak). Seingat saya, pernah bolos kuliah, karena tuntaskan komik Kho Ping Ho yang berjudul "Pendekar Seruling Emas". Pada saat itu, saya tidak merasa menyesal karena tidak masuk kuliah gara-gara penasaran ingin tuntaskan cerita yang menurut saya saat itu sangat asyik dan nikmat.Tapi, sesuai dengan berjalannya waktu -- saya mulai setengah serius kuliah dan menfokuskan pada mata kuliah sosiologi -- minat saya menurun dengan buku-buku bacaan yang berkaitan dengan sastra, apa saja judul dan pengarangnya.
Saya transisi, bukan benci dan bukan seneng, bukan celaan dan bukan apresiatif, tidak dekat dan tidak jauh -- lebih tepat tidak punya definisi yang pas untuk memotret karya sastra. Mungkin saya sudah melepaskan stereotype yang dulu yang pernah bersenyawa dengan jiwa saya. Boleh jadi, para penggiat sastra menganggap orang yang tidak tersentuh dengan karya sastra seperti rumput kering di pada ilalang yang sewaktu-waktu mudah terbakar. Memang, pernah saya seperti rumput kering yang gampang terbakar, mudah tersentak, reaksioner dan dahi mudah "kerung" (Bhs.Sunda yang artinya ditengah-tengah antara dua mata melipat menyerupai angka 11), kata teman, kalau dahi kerung terus-menerus akan terjadi akselerasi usia "kokolot begog" (Bhs. Sunda: artinya,tua sebelum waktunya).
Langsung saja, waktu itu saya tak sengaja nonton acara Kick Andy di Metro TV, yang tanpa tendensius membiarkan terus channel TV itu meliput Andy F Noya sebagai presenter yang mewancarai seseorang berambut gondrong. Kebetulan remote control TV saya pegang (biasanya sama anak saya yang nomor 2),dan saya suka dengan gaya zig-zag kalau ekplorasi acara TV -- mencari acara yang sesuai dengan hasrat personal dan komunal. Yang terakhir ini berdasarkan reques dari publik family di sekitar saya.
Sekali lagi, lemat-lemat sambil jari-jari jempol siap memindahkan channel -- saya mendengarkan dialog Andy dengan laki-laki rambut gondrong usia setengah baya itu, membahas tentang karya tulis best seller yang sebagian besar bersumber dari realitas hidupnya sang penulis. Tadinya saya tidak berminat melihat tayangan itu, sebab performance laki-laki gondrong itu bukan seperi cendekiawan, ilmuwan terkenal, budayawan, sang maestro, ustadz kondang,atau kalangan selebritis yang lagi ngetren.Tapi sejenak, saya dibikin tercegang setengah bengong, laki-laki itu menceritakan karya tulisnya didasarkan realitas hidupnya yang amat sangat inspiratif dan fantastis.
Diposting oleh M.Yusuf Wibisono di 03.49 0 komentar





